This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Juni 2014

KARIL



UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG             MENGGUNAKAN MEDIA PUZLLE
PADA ANAK KELOMPOK B TK PERTIWI COKRO TULUNG
TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014


NAMA : ELLY RIANINGSIH
NIM : 820004466

Jumat, 28 Februari 2014

Metode Karya Wisata

PENGEMBANGAN PERILAKU DAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE KARYA WISATA


HAKIKAT METODE KARYA WISATA

A. PENGERTIAN METODE KARYAWISATA

Metode karyawisata adalah suatu metode dalam kegiatan pembelajaran dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung meliputi manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lainnya yang melibatkan panca indra. Melalui metode ini Anak Usia Dini dapat memperoleh kesempatan langsung untuk observasi dan mengkaji segala sesuatu secara langsung.
Manfaat dari karyawisata ini diantaranya untuk membangkitkan minat anak kepada sesuatu hal, memperluas perolehan informasi anak, memperkaya lingkup program kegiatan belajar anak usia dini yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas.

B. TUJUAN DAN MANFAAT METODE KARYAWISATA

1. MANFAAT KARYAWISATA
Karyawisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat Anak Usia Dini terhadap sesuatu, memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas, memberikan pengalaman mengenai kenyataan yang ada dan dapat menambah wawasan (Hildebrand, 1986).
Dengan karyawisata dapat memberikan kesempatan kepada anak usia dini untuk menumbuhkan minat tentang sesuatu hal. Misalnya, untuk menumbukan minat kepada hewan, anak bisa di ajak untuk berkunjung di kebun binatang. Sebagai bekal karyawisata sebaiknya anak terlebih dahulu diberikan informasi di kelas mengenai beberapa hal yang akan diamati. Informasi yang diperoleh anak merupakan masukan-masukan dalam kegiatan belajar selanjutnya yang akan memperkaya isi kegiatan belajar di kelas. Keterkaitan ini akan memperjelas konsep yang baru diperolehnya.
Menurut Freunbel, yang menyatakan bahwa apa yang ingin ditampilkan dan dilakukan oleh anak berangkat dari pemahamannya tentang sesuatu yang diamati (Gans, Stendler, Almy, 1952) .
Ada dua hal yang mungkin dilakukan oleh anak setelah mengamati dalam kegiatan karyawisata:
a. Berusaha untuk mempertajam kesan pengamatannya sehingga memperjelas pengertian tentang sesuatu hal
b. Berusaha untuk mereproduksikan hal-hal yang diamati

2. TUJUAN KARYAWISATA
Ada beberapa aspek perkembangan anak usia dini yang ccok dikembangkan dengan program kegiatan belajar melalui karyawisata, antara lain pengembangan aspek fisik, kognitif, kreatifitas, bahasa, seni, moral agama, sosial emosional, kehidupan bermasyarakat, serta penghargaan pada karya dan jasa orang-orang tertentu. Tujuan karyawisata juga perlu dikaitkan dengan tema-tema yang sudah ditetapkan pada program kegiatan belajar anak usi dini. Dengan menggunakan tema-tema yang terdapat dalam kurikulum belajar bagi anak usia 3-4 tahun, maka metode karyawisata telah menunaikan fungsinya sebagai alat mencapai tujuan pendidikan anak usia dini yang sesuai.

C. BEBERAPA SASARAN KARYAWISATA

Sesuai dengan tujuan pengembngan aspek perkembangan fisik, kognitif dan kreatifitas, bahasa, seni, moral agama, emosi sosial anak serta keterpaduannya dengan tema-tema yang ditetapkan dalam kurikulum anak usia 3-4 tahun. Berikut contoh sasaran karyawisata yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

1. Dunia Binatang
Antara lain mencakup hal – hal berikut ini :
a. Peternakan domba, sapi, kuda, kelinci, ayam, bebek, kambing, babi.
b. Perikanan, udang, bandeng, lele, mujair, ikan mas.
c. Kebun binatang.
d. Oceanorium
e. Taman burung.
f. Taman reptil.
g. Museum binatang dan burung.
h. Atraksi aneka satwa.
Manfaat anak diajak berkaryawisata ke kebun binatang antara lain:memahami jenis binatang, makanan binatang tempat hidupnya, berkembang biaknya, ciri-ciri binatang dll.

2. Dunia Tanaman
Dunia tanaman mencakup berikut ini :
a. Perkebunan : sayur, buah, sawah
b. Kebun raya yang ditanami bermacam – macam pepohonan, perdu dan rumput
c. Tanaman bunga : mawar, melati, anggrek, aster dll
d. Taman kota
e. Hutan wisata
f. Daerah pertanian
g. Taman buah
Manfaat yang diperoleh dengan berkarya wisata di dunia tananman antara lain memberikan berbagai pengetahuan tentang tanaman baik macam tanaman, ragam tanaman, cara menanam, cara memelihara, dsb.

3. Dunia kerja
Dunia kerja meliputi ;
a. Pendidik
b. Dokre dan perawat
c. Polisi
d. Tukang pos
e. Tukang sampah
f. Petani
g. Pedagang
h. emusik, penyanyi, penari, pemain drama
i. Tukang cukur
j. Petugas pemadam kebakaran, dll
Manfaat yang diperoleh dari karya wisata ini antara lain memberikan pemahaman penuh kepada anak tentang bermacam-macam pekerjaan, perlengkapan/alat yang dibutuhkan, cara melakukan pekerjaan, tempat dimana pekerjaan tersebut dilakukan, siapa saja yang menggunakan jasa-jasa pekerjaan tersebut.

4. Kehidupan manusia
Kehidupan manusia mencangkup :
a. Kehidupan Kota
b. Kehidupan desa
c. Kehidupan pesisir
d. Kehidupan di pegunungan
Manfaat yang diperoleh dari karya wisata ini antara lain memberikan pemahaman terhadap anak tentang kehidupan di desa dan di kota, di pegununungan, dan di pesisir, kondisinya, suasananya, kebiasaan, pola hidup, pola pergaulan, dan mata pencahariannya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan sasaran karya wisata adalah :
1. Menentukan sasarannya dengan memprioritaskan yang secara relatif lebih menunjang aspek perkembangan anak usia dini
2. Menentukan kriteria yang kita pergunakan untuk memilih sasaran karyawisata, misal yang menarik minat anak, yang menantang, menambah wawasan anak, mudah dijangkau, resiko bahaya kecil, tidak melelahkan bagi anak.

D. RANCANGAN KARYA WISATA
1. Rancangan yang perlu dipersiapkan pendidik antara lain :
a. Menetapkan sasaran sesuai dengan tema yang dipilih
b. Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata
c. Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata
d. Koordinasi dengan pihak tempat karya wisata
e. Menyiapkan baan dan alat yang diperlukan
f. Membuat kesepakatan bersama dengan anak-anak tentang tata tertib
g. Permintaan izin dan partisipasi dari orang tua
h. Apersepsi pendidik dikelas kepada anak tentang tempat wisata yang akan dituju.

2. Petunjuk aktivitas pejalanan alam bebas
Agar pelaksanaan kegiatan dapat berhasil dengan baik dan tujuan dapat tercapai maka maka pelaksanaan harus direncanakan dengan baik dan diberitahukan sebelum pelaksanaan. Berikut jabaran tentang petunjuk untuk mengorganisir aktivitas perjalanan ke alam bebas yang efektif, antara lain :
a. Tentukan tujuan dan hasil yang akan diharapkan
b. Sediakan informasi yang dapat membantu seperti lokasi, waktu, alat-alat yang mendukung, perizinan, serta agen perjalanan jika diperlukan
c. Atur kelompok anak dan tentukan tanggung jawab sederhana terhadap tiap-tiap kelompok.
d. Bicarakan kembali kejadian-kejadian yang akan dialami oleh anak dalam kelas atau dalam diskusi kelompok-kelompok kecil seusai perjalanan
e. Anjurkan kepada anak untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman / orang-orang yang ada di lingkungan sekitar.

E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE-METODE KARYA WISATA
1. Kelebihan metode karya wisata
a. Karya wisata menerapkan sistem pengembangan modern yang memanfaatkan luingkungan nyata.
b. Bahan yang dipelajari disekolah menjadi relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Kegiatan pengembangan dapat lebih merangsang kreatifitas anak.

2. Kekurangan metode karya wisata
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
b. Memerlukan perancangan dengan persiapan yang matang
c. Sering kali unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama
d. Memerlukan pengawasan yang cukup ketat terhadap setiap gerak- gerik anak di lapangan
e. Kadang memerlukan biaya yang cukup mahal
f. Memerlukan tanggung jawab pendidik dan sekolah atas kelancaran karya wisata dan keselamatan anak didik terutama karya wisata jangka panjang dengan jarak yang jauh.


TEKNIK PENGEMBANGAN PERILAKU DAN KEAMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUAI METODE KARYA WISATA

A. PENGEMBANGAN FISIK ANAK MELALUI METODE KARYA WISATA

Teknik-teknik untuk mengembangkan fisik anak usia 3-4 tahun dengan metode karya wisata antara lain :
1. Menirukan gerakan
Variasi kegiatan ini antara lain :
a. Pendidik mencontohkan gerakan yang bisa ditiru anak
b. Pendidik menggunakan media audio dan anak dapat memperagakan / bergerak sesuai sumber suara yang ada
c. Biarkan anak bergerak sesuai dengan hasil pengamatannya dari lingkungan

2. Pantomim
Adalah kegiatan yang memperagakan serangkaian gerakan tanpa bersuara. Gerakan-gerakan tersebut dapat mencerminkan suatu kegiatan pekerjaan ataupun perbuatan.

3. Bermain bebas
Bermain yang dilakukan di alam terbuka di tempat wisata yang dikunjungi.kegiatan ini lebih mengexplorasi pengembangan fisik dan gerakan yang melatih fungsi anggota tubuh.

4. Berkendara
Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual dan dapat digunakan secara bergantian.misal mengendarai becak-becak’an, sepeda, skuter dll.

5. Arena ketangkasan
Kegiatan ini dapat merupakan salah satu alternatif untuk kegiatan dalam karya wisata dengan memanfaatkan tanah lapang yang ada di lokasi karya wisata. Misalnya berayun dengan tambang, bergelantungan di dahan pohon yang rendah, memanjat jaring, naik tangga, melompat menggunakan rintangan, dsb.

6. Area pasir dan air
Kegiatan bermain pasir dan air dapat melatih perkembangan motorik halus anak, selain itu dapat mengembangkan kreatifitas (membentuk dan mencetak), intelektual (memprediksi, mengenal sifatnya, menakar, mengenal konsep basah kering) imajinasi (bermain peran), mengenal manfaat air dan pasir.

7. Variasi berjalan
Sambil berjalan mengelilingi tempat pariwisata pendidik dapat memimpin barisan dengan berbagai fariasi berjalan. Misal berjalan dengan sati kaki, melompat, meloncat, berjalan mundur, berjalan kesamping, dsb.

8. Bantu diri
Salah satu tujuan karya wisata adalah melatih anak untuk mandiri di dunia yang sebenarnya yaitu meningkatkan self helf.

9. Berkemah
Berkemah merupakan miniatur kehidupan di dunia nyata dimana anak akan terasa life skill nya. Kegiatan ini akan dapat mengembangkan aspek fisik, sosial emosional dan kemampuan hidup si anak.

B. PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI METODE KARYAWISATA

Melalui karya wisata, panca indra anak dapat bekerja dengan optimal. kemampuan kognisi anak akan dapat berkembang terutama dalkam kemampuan berfikir konvergen, divergen, dan evaluatif.
Hal ini dapat memperluas wawasan anak diantaranya :
a. Setiap benda mempunyai sifat-sifat yang dapat dilihat, dibaui, didengar, dirasakan, diraba, dan dapat dideskripsikan.
b. Benda-benda dapat dibandingkan satu dengan yang lainnya berdasarkan persamaan dan perbedaan
c. Benda-benda yang dilihat dapat digolongkan berdasarkan kesamaan sifatnya.

Teknik pengembangan kognitif anak usia 3-4 tahun dengan metode karya wisata antara lain sbb :
1. Mengidentifikasikan sesuatu dengan hubungan sebab akibat.
Misalnya :
- Cara binatang memangsa
- Proses binatang menyusui
- Air terjun
- Terjadinya ombak
- Cara berjalan / bergerak binatang
- Pak tani menanam padi
- Burung membuat sarang
- Pergerakan awan dan angin
Pendidik harus menanyakan dengan pertanyaan yang membuat anak berfikir kritis dan analistis, seperti: bagaimana terjadinya.....? mengapa.....? apa yang menyebabkan...? Apa manfaatnya....? dsb.
2. Mengamati alam sekitar
3. Membandingkan
4. Mengklasifikasikan
5. Menghitung benda di alam sekitar
6. Mengenal posisi
7. Memecahkan masalah dan memprediksi
8. Menghitung gerakan

C. PENGEMBANGAN BAHASA ANAK MELALUI METODE KARYAWISATA

Metode karya wisata dapat dapat digunakan untuk mengembangkan aspek berbahasa anak diantaranya dengan cara bercerita, melihat huruf pertama subyek yang dilihat, bercakap-cakap dsb.
Teknik pengembangan bahasa maelalui metode karya wisata diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Bercakap-cakap tentang proses yang sedang berlangsung
2. Tanya jawab
3. Menceritakan hasil pengamatan
4. Bermain peran tentang manusia yang diamati
5. Mendengarkan cerita
6. Mengamati buku yang berkaitan dengan tema karyawisata
7. Menulis huruf awal subjek yang diamati
8. Tebak terka rekaman suara

D. PENGEMBANGAN SENI ANAK MELALUI METODE KARYA WISATA

Seni untuk anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan rasa estetis dan kreatifitas, juga untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran anak.
Teknik-teknik yang dapat dikembangkan dalam seni melalui metode karya wisata ini adalah :
1. Mendengarkan musik
2. Menggambar apa yang dilihat
3. Bernyanyi :
a. Yang direncanakan
b. Tidak direncanakan
4. Bermain musik
5. Bergerak sesuai dengan irama lagu

E. PENGEMBANGAN MORAL DAN AGAMA ANAK MELALUI METODE KARYA WISATA

Karya wisata dapat memperkuat hasil dari proses pembiasaan dan perilaku yang diterapkan sehari-hari di sekolah.
Teknik-teknik untuk mengembangkan moral dan agama melalui karya wisata antara lain sebagai berikut :
1. Berdo’a
2. Menyebutkan ciptaan Tuhan
3. Menjaga kebersihan bersama
4. Pengarahan terhadap perilaku Moral dan Agama yang baik

F. PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI METODE KARYA WISATA

Karya wisata kaya akan nilai-nilai pendidikan diantaranya meningkatkan kemampuan sosial, sikap, dan nilai kemasyarakatan (sikap mencintai lingkungan, sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan benda lain).
Teknik-teknik yang dapat dikembangkan dalam sosial emosional melalui metode karya wisata antara lain:
1. Membuat dan mentaati kesepakatan bersama
2. Berjalan bersama dan bergandengan tangan
3. Bekerja kelompok
4. Memberikan hadiah
5. sosiodrama

Kamis, 27 Februari 2014

Mencerdaskan Anak Bangsa

DUKUNG PROGRAM MENCERDASKAN ANAK BANGSA ?? AYO AJA…
Oleh : Elly Rianingsih

Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak memiliki karakteristik yang khas yang tidak sama dengan orang dewasa. Anak bersifat egosentris, memiliki rasa ingin tahu yang alamiah, unik, kaya dengan fantasi, selalu aktif, dinamis, antusias, serta memiliki daya perhatian yang pendek dan merupakan masa yang paling potensial untuk belajar. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun (http:www.naeyc.org). Pada masa ini proses perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang hidup manusia.

Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak. Keberhasilan proses pendidikan pada masa dini tersebut menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya.

Berdasarkan UU RI No.2 TH 2003 tentang system Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) yang dimaksud dengan Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir hingga umur 6 tahun yang dilakukan melalui rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Penyelenggaraan Pendidikan ini bisa dilakukan dalam bentuk formal yaitu : Taman Kanak-kanak, RA dan lembaga sejenis. Jalur Non Formal yaitu Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) dan Satuan Paud Sejenis (SPS). Pada jalur informal dapat dilakukan oleh keluarga atau lingkungan melalui BKB atau Posyandu.

PAUD sebagai suatu kesatuan system yang terdiri dari beberapa aspek yang saling ada keterkaitannya dan saling mendukung satu sama lain guna mencapai satu tujuan, diantaranya adalah :
1. Anak sebagai masukan bagi program paud melalui proses pembinaan
2. Lembaga/instansi pemerintah yang menetapkan kebijakan program,sumber daya dan pengelolaannya.
3. Orang tua,masyarakat dan organisasi serta media masa sebagai penunjang penyelenggaraan PAUD.

Dengan maraknya PAUD di klaten, Dinas Pendidikan kab klaten mulai menertipkan perijinan PAUD (KB, TPA, SPS dan PAUD TPQ) diantaranya ; Setiap lembaga yang akan mendirikan PAUD agar lapor Kades dan UPTD pendidikan kecamatan dengan membuat profil lembaga, kemudian setelah enam bulan berjalan baru mengajukan ijin operasional PAUD kepada Dinas Pendidikan kabupaten klaten ub Kabid PNF. Syarat untuk mengajukan ijin operasional diantaranya membuat surat rekomendasi dari Ka UPTD Pendidikan, jumlah peserta didik min 10 untuk TPA dan 20 untuk KB dan SPS, Rasio pendidik 1:10 dan minimal berijazah SLTA, tempat jelas dan memenuhi persyaratan, pemberalajaran min 4 kali dalam 1 minggu.

Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai warga Negara yang baik untuk ikut mendukung program yang dijalankan oleh pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, dari hal yang kecil dengan memberikan perhatian khusus bagi pertumbuhan dan perkembangan Anak di masa usia dini, meningkatkan jumlah layanan PAUD terpadu sampai meningkatkan keterpaduan lembaga PAUD dalam melakukan pembinaan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, pembelajaran, sarana dan prasarana, dan pembinaan program layanan PAUD sehingga akan menghasilkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia, Cinta tanah air dan menjadi anak Indonesia harapan, sebagai kado 100 tahun Indonesia Merdeka.

Minggu, 16 Februari 2014

MAKALAH TARI


Judul : TARI MATAHARI, BULAN dan BINTANG
Tema : ALAM SEMESTA
Lagu : AKU BERSYUKUR (TASYA)
Koreografer : Elly Rianingsih

AKU BERSYUKUR

Ketika aku bangun pagi hari
Diberinya aku matahari
Agar aku dapat menikmati
Segala yang indah berseri
Ketika aku tidur malam hari

Jumat, 14 Februari 2014

HINDARI BERBICARA DENGAN NADA TINGG (MEMBENTAK) PADA ANAK

HINDARI BERBICARA DENGAN NADA TINGGI (MEMBENTAK) PADA ANAK 


Banyak orang tua yang menginginkan anak menjadi sosok yang baik dan patuh. Namun, di sisi lain, anak perlu mempunyai rasa kepercayaan diri dan berani mencoba hal-hal baru. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang tidak mengetahui kepribadian anak juga bisa dipengaruhi pola didikan pada masa tumbuh kembangnya.

Menyebabkan Perilaku Negatif
Disadari atau tidak, kadang orang tua mendidik anak dan

Penciptaan Gerak Berirama AUD

PENCIPTAAN KARYA GERAK BERIRAMA (UTUH) UNTUK ANAK USIA DINI (PETUNJUK PRAKTIK)

PRAKTIK PENCIPTAAN GERAK BERIRAMA UNTUK ANAK USIA DINI

A. Perencanaan
Dalam perencanaan gerak berirama untuk anak usia dini tergambar semua aspek atau komponen atau tahapan yang harus disiapkan oleh pelaksana. Hasil dari berpikir muncullah sebuah gagasan tarian, gagasan ini berkaitan dengan tema, bentuk, dan gaya tarian yang akan dibuat. Perencanaan tari dapat disebut juga konsep tari.
Beberapa komponen yang ada dalam perencanaan tari adalah :

Karya Tari Anak Usia Dini

PENCIPTAAN KARYA TARI UNTUK ANAK USIA DINI

A. PRINSIP – PRINSIP PENCIPTAAN TARI

1. Latar Belakang
Kegiatan tari tidak hanya menekankan pada aspek psikomotorik semata, tetapi juga pada aspek afektif dan kognitif. Cakupannya pun tidak hanya pada satu bidang pengembangan seni saja, tetapi juga mencakup bidang pengembangan bahasa, kognitif, dan juga fsik (motorik). Jika kegiatan tari mampu mencakup pengembangan

Performance Tarian Anak Usia Dini

PERFORMANCE TARIAN ANAK USIA DINI

A. PENGENALAN TUBUH
Tubuh merupakan sumber gerak tari secara keseluruhan. Mulai dari gerakan kepala, tangan dan kaki. Bagian-bagian tubuh yang berperan dalam menari, adalah :
1. Struktur Tubuh
Mengenal struktur tubuh sangat penting bagi anak dalam menari. Anak diberi kesempatan mengidentifikasi dan mendemonstrasikan melalui gerakan tari yang terkoordinasi dengan struktur tubuh atau anatomi seperti persendian : siku, lutut, pinggang, leher, pergelangan

Kemampuan Merespon Gerak Anak Usia Dini

KEMAMPUAN MERESPONS GERAK BERIRAMA PADA ANAK USIA DINI

Pemanfaatan Perbendaharaan Gerak Anak Usia Dini Dalam Gerak Berirama

A. Toodler
Anak usia 1-3 tahun atau toddler senang melakukan eksplorasi ruangan. Hal ini terjadi karena pada usia ini kemampuan berjalan dan menyeimbangkan badan mulai dikuasainya, serta keingintahuannya akan keadaan diluar kamarnya dan rumahnya sendiri.

Karakteristik Gerak Berirama

KARAKTERISTIK GERAK BERIRAMA PADA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

A. Gerak Tari Pada Anak Usia Dini
Pola pengembangan tari pada anak usia dini mencakup 3 aspek, yakni :
1. Pola Pengembangan Gerak
Mencakup gerak berjalan, berlari, melompat, meloncat, berbaring, berguling-guling dan gerak dasar lainnya. Pola dasar diberi sentuhan estetika agar terlihat indah, kemudian diperkaya dengan berbagai macam permainan.
2. Pola Pengembangan Irama
Pola pengembangan irama sebaiknya tidak hanya tertumpu pada hitungan atau ketukan

Kamis, 13 Februari 2014

Jenis Tari Anak Usia Dini

JENIS TARIAN ANAK USIA DINI

A. FUNGSI TARI
a. Sebagai Sarana Spiritual
Contoh tari yang digunakan adalah : Tari bedhaya ketawang sebagai upacara ritual penobatan raja dan hari ulang tahun raja; Tari seblang (banyuwangi) sebagai upacara ritual kesuburan; Tari Mepeliang (sulawesi) sebagai tari upacara kematian.
b. Sebagai Hiburan
Tujuannya yaitu untuk mengungkapkan ekspresi kegembiraan atau rasa syukur, tari hiburan ini tidak terikat oleh kaidah-kaidah seperti yang terdapat pada tari ritual.
c. Sebagai Tontonan

Karakteristik Tari Anak Usia Dini

KARAKTERISTIK GERAK BERIRAMA (TARI) ANAK USIA DINI

UNSUR TARI PADA ANAK USIA DINI

A. UNSUR GERAK DALAM TARI
Seni tari menurut Soedarsono adalah desakan perasaan manusia tentang “sesuatu” yang disalurkan melalui gerak–gerak ritmis yang indah. Karya tari dapat dinikmati melalui bentuk visualnya.
Elemen-elemen yang dapat kita tangkap dalam seni tari secara visual antara lain: gerak, rias, busana dan properti.
Tari merupakan kesenian yang terkait langsung dengan gerak tubuh manusia. Tubuh merupakan alatnya dan gerak tubuh merupakan medianya. Secara global bagian-bagian tubuh manusia yang dapat digerakkan itu antara lain meliputi gerakan kepala, badan, tangan dan kaki.
Elemen dasar tari adalah gerak.